Angin Kencang Rusak Beberapa Rumah

Angin kencang yang terjadi sejak Rabu (9/1) malam hingga Kamis (10/1) merobohkan satu rumah dan merusak dua rumah warga di lokasi berbeda. Selain merobohkan rumah, angin juga menumbangkan beberapa pohon.
Rumah roboh diketahui milik Wasdi, 37, RT 3/RW I Desa Bulak Baru, Kecamatan Kedung. Dua rumah rusak berat masing-masing milik Mustam, 72, RT 1/RW IV Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit dan Rifa’an, 35, RT 5/RW VI, Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan. Sementara pohon tumbang di beberapa jalan protokol Kudus-Jepara dan Batealit-Tahunan.
Korban sekaligus putra dari Mustam, Ahamad Munif, 37, menceritakan sekitar pukul 04.00 tiba-tiba pohon kelapa dan pohon rambutan di sampaing kanan rumah roboh dan jatuh tepat di atas atap rumahnya. Akibat tertimpa pohon inilah atap rusak parah dan mematahkan kayu-kayu penyangga geteng.

“Saat itu dirinya sedang tiduran. Sementara kedua orang tua saya pergi ke masjid,” ujarnya.

 

Angin kencang yang terjadi sejak Rabu (9/1) malam hingga Kamis (10/1) merobohkan satu rumah dan merusak dua rumah warga di lokasi berbeda. Selain merobohkan rumah, angin juga menumbangkan beberapa pohon.
Rumah roboh diketahui milik Wasdi, 37, RT 3/RW I Desa Bulak Baru, Kecamatan Kedung. Dua rumah rusak berat masing-masing milik Mustam, 72, RT 1/RW IV Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit dan Rifa’an, 35, RT 5/RW VI, Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan. Sementara pohon tumbang di beberapa jalan protokol Kudus-Jepara dan Batealit-Tahunan.
Korban sekaligus putra dari Mustam, Ahamad Munif, 37, menceritakan sekitar pukul 04.00 tiba-tiba pohon kelapa dan pohon rambutan di sampaing kanan rumah roboh dan jatuh tepat di atas atap rumahnya. Akibat tertimpa pohon inilah atap rusak parah dan mematahkan kayu-kayu penyangga geteng.
“Saat itu dirinya sedang tiduran. Sementara kedua orang tua saya pergi ke masjid,” ujarnya.
Akibat reruntuhan atap rumah, Munif mengalami luka robek di bagian kepala dan luka-luka ringan di wajah dan lecet di kaki. Setelah kejadian itu ia meminta pertolongan warga untuk memangkas pohon yang menimpa rumah dan beberapa pohon kelapa miliknya. Sekitar pukul 06.00, batang pohon kelapa berhasil di gergaji dan warga bergotongroyong perbaiki rumah.

“Semua pohon kelapa yang ada di samping rumah saya suruh tebang. Khawatir kalau nanti roboh lagi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian angin kencang sudah terjadi sejak Rabu sore dan masing berlangsung hingga pagi hari. Perasaan was-was sudah ia rasakan sebelum kejadian. “Sejak magrib (Rabu) angin berhembus kencang, suaranya wus-wus kayak suara gemuruh. Tidak tahunnya pohon kelapa samping rumah roboh,” terangnya.
Kasi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Alam daerah (BPBD) Jepara M Toha menambahkan selain merusah rumah di Desa Pekalongan. Satu rumah warga masing-masing di Desa Karangrandu dan Desa Bulak Baru. Menurut korban yang ia temuai, Rif’an, bahwa kejadian rumahnya tertimpa pohon mangga sekitar pukul 05.00 angin berhembus kencang dari arah barat. Tidak kuat menahan terpaan angin, pohon mangga di depan rumahnya ambruk dan menimpa rumah bagian ruang tamu. “Seluruh genting dan atap ruang tamu rusak parah,” tandasnya.
Sekitar pukul 06.30 pasukan penolong (Basarnas, BPBD Jepara, Sar Jepara, Jepara Rescue, Tagana, Ubaloka, TNI, dan Polsek) dibantu warga masyarakat bergotongroyong memotong batang pohon mangga dan memperbaiki rumah. Beruntung saat kejadian korban berada di luar rumah.
Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jepara Haryoto didampingi stafnya Susanto menambahkan sebelum dua kejadian itu, sekitar pukul 20.30 rumahnya roboh diterjang angin. Robohnya rumah tersebut diakibatkan diterjang angin dengan kondisi rumah terbuat anyaman bambu, kerangka rumah dari kayu doyo, atap rumah dari kayu sengon dan waru. Sekaligus rumah tanpa pondasi.
“Pemilik rumah mengaku sebelum kejadian, angin kencang berhembus dari arah barat,” tegasnya.
Atas musibah ini, pihaknya, membantu ketiga pemilik rumah bantuan masing-masing Rp 1 juta. Anggaran dana tersbut diambilkan dari bulan dana PMI.”Bantuan langsung diserahkan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi,” ucapnya.
Atas kejadian ini, kerugian materi mencapai belasan juta rupiah. Karena rumah yang ruak berat dan roboh terbuat dari dinding kayu.

 

Iklan

Tentang SAR JEPARA

Adalah tim Serach and Rescue Jepara yang dimotori oleh ORARI (ARES) - PRAMUKA (UBALOKA) - PMI ( KORP SUKA RELAWAN )
Pos ini dipublikasikan di Berita terkini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s