Selamat Datang DI Site SAR Jepara

Assalamu’alaikum Wr. WB.

Semangat Pagi Kawan !!! Selamat datang, dan terima kasih anda teklah berkunjung ke Site SAR Jepara, Site ini kami bangun dalam upaya untuk memperkenalkan diri dan menjalin tali silaturohmi.

Memasuki tahun 2014 Indonesia boleh dikata luluh lantak dihajar berbagai macam bencana yang memporak-porandakan negeri yang gemah ripah loh jinawi, tukul kang sarwo tinandur lan murah kang sarwo tinuku. Pionir bencana dipegang Jakarta lalu  Manado, Sinabung, Tak mau ketinggalan di Jawa  Kelud unjuk gigi.

Banjir hampir merata dan Jepara tercatat sebagai banjir yang terbesar dan terparah se Jawa Tengah, ada apa dibalik musibah ini ? Ditambah lagi dengan pakar-pakar para normal, peramal Hong Sui yang rame4-rame bikin prediksi yang intinya bahwa Tahun 2014 adalah Tahun Bencana.

Apapun yang terjadi semua sudah kehendaknya dan kami para sukarelawan tidak akan berdiam diri manakala saudara-saudaram kami tertimpa bencana, mari kita rapatkan barisan menolong saudara kita yang sedang diuji dengan musibah.

Semoga semua musibah ini akan segara berakhir, dan mari kita tundukan kepala memanjatkan do’a kahadirat Illahirobbi memohon perlindungannya atas segala cobaan hidup didunia sambil instropeksi apakah yang kita lakukan selama ini sudah pener ?!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Admin.

 

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Ternyata Ini Penyebab Gempa Bumi di Pati

Gempa tektonik yang terjadi di wilayah Semenanjung Muria, Jawa Tengah, tepatnya di laut utara Pati pada pukul 05.47.48 WIB, Kamis (3/5/2018), dipastikan tidak menimbulkan gempa susulan. Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono melalui siaran pers yang diberikan.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Berita terkini | Meninggalkan komentar

Gempa 4,3 M Guncang Muria, Dirasakan hingga Jepara dan Pati

Ilustrasi Gempa

Gempa tektonik berkekuatan 4,3 magnitudo mengguncang wilayah Semenanjung Muria, Jawa Tengah, Kamis (3/5) pukul 05.47 WIB. Guncangan gempa ini dirasakan di wilayah Kudus, Jepara hingga Pati
Badan Meteorologi, Kliamtologi dan Geofisika (BMKG) merilis pusat gempa berada di koordinat 6,42 lintang selatan dan 111,07 bujur timur. Pusat gempa berada di 36,6 km arah utara Pati dengan kedalaman 12 km.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Berita terkini | Meninggalkan komentar

Yang Tersembunyi di Semenanjung Muria

Gambar 1. Peta lokasi gempa di Semenanjung Muria pada 23 Oktober 2015

Rasanya belum begitu terlambat untuk sedikit mengulas tentang gempa yang terjadi di Semenanjung Muria beberapa waktu lalu. Gempa bumi yang terjadi pada 23 Okt 2015 pukul 01.10 memberikan pemahaman kepada kita, bahwa ada sesuatu yang tersembunyi di Semenanjung Muria. BMKG merilis bahwa gempa tersebut terjadi pada koordinat 6.39 LS dan 110.91 BT pada kedalaman 14 km dengan kekuatan magnitudo 5. Berdasarkan pola mekanisme kejadian, gempa Muria 23 Oktober lalu dipicu oleh sesar aktif dengan pergerakan mendatar dengan arah utara selatan. Beberapa dampak gempa dilaporkan oleh BPBD Jepara dan Pati, seperti longsor di Desa Pendem, Keling Jepara (Kompas, 24 Oktober 2015).

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Berita terkini | Meninggalkan komentar

Gempa Bumi Semenanjung Muria Tak Lazim

Gempa berkekuatan magnitudo 5 mengguncang Semenanjung Muria, Pati, Jawa Tengah, Jumat (23/10), 01.10 WIB. Meski dari skala kekuatannya relatif kecil gempa itu dianggap signifikan karena terjadi di luar zona kegempaan yang lazim. Gempa itu menguatkan pentingnya memetakan lagi sesar yang semula dianggap tak aktif. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Berita terkini | Meninggalkan komentar

Gelombang Tinggi, Pelayaran Lumpuh Total

Gelombang tinggi di Laut Jawa bagian tengah hingga timur terus meningkat, bahkan akibat munculnya Badai Narelle hingga sepekan mendatang diperkirakan akan mencapai 7 meter.

Gelombang tinggi ini menyebabkan kondisi pelayaran mengalami kelumpuhan total dan air laut pasang setinggi 1 meter.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Berita terkini | Meninggalkan komentar

Enam Kapal Berlindung di Pulau Panjang Jepara

Enam Kapal Berlindung di Pulau Panjang JeparaCuaca buruk kembali melanda perairan Jepara dan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pada Kamis (10/1/2013), enam kapal berlindung di Pulau Panjang yang berjarak sekitar 2 mil (3,21 kilometer) dari Pantai Kartini, Jepara.

Syahbandar Pelabuhan Jepara Dwiyanto mengatakan, empat kapal berupa kapal penarik tongkang batubara milik PLTU Tanjung Jati B, Jepara. Dua kapal lain adalah kapal nelayan dari daerah lain.

Mereka berlindung di Pulau Panjang sejak 4 Januari. Hal itu dilakukan untuk menghindari gelombang tinggi di perairan Jepara.

“Berdasarkan infomasi BMKG Jawa Tengah, gelombang di perairan 3-5 meter. Kondisi cuaca seperti itu berlangsung pada 7-14 Januari,” kata Dwiyanto. – KOMPAS.com

Dipublikasi di Berita terkini | Meninggalkan komentar

CUACA BURUK: Nelayan Jepara Kehilangan Penghasilan

Seorang nelayan asal Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Nur Hadi mengungkapkan para nelayan sudah menghentikan aktivitasnya melaut sejak 6 hari yang lalu, menyusul cuaca laut yang memburuk.

”Para nelayan tidak bisa mendapatkan penghasilan selama beberapa hari mendatang,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Minggu (13/1/2013). Ia mengakui, mendapatkan bantuan beras dari pemerintah. Akan tetapi jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarganya dalam jangka waktu sepekan lebih.

“Mudah-mudahan, cuaca laut segera membaik dan aman untuk melaut agar para nelayan tidak menganggur terlalu lama,” ujarnya.

Ia mengakui, selama musim baratan terjadi tidak ada aktivitas lain yang bisa mendatangkan penghasilan tambahan.

Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, dia terpaksa utang atau menggadaikan barang berharga agar anggota keluarganya masih bisa makan selama tidak melaut.

Camat Karimunjawa, Jepara, Nuryanto mengakui, warganya yang berprofesi sebagai nelayan memang tidak melakukan aktivitas seperti biasanya menangkap ikan karena ombak tinggi atau biasa disebut musim baratan.

Bahkan, lanjut dia, ada beberapa nelayan yang belum bisa pulang dan masih berada di Jepara karena gelombang laut masih tinggi.

Untuk itu, kata dia, anggota keluarganya dibantu beras dari pemerintah agar kebutuhan makan selama beberapa hari bisa tercukupi.

Kondisi cuaca di wilayah Perairan Jepara, Jawa Tengah, belum aman untuk para nelayan yang hendak melaut, karena gelombang air laut di daerah setempat masih tinggi. “Hingga kini, gelombang air laut di Perairan Jepara masih cukup tinggi karena rata-rata ketinggiannya antara 4–5 meter,” ujar Syahbandar Jepara Dwiyanto.

Bahkan, lanjut dia, cuaca di perairan Laut Jepara saat ini tergolong masuk warna ungu yang menandakan ketinggian gelombang ombaknya bisa lebih dari lima meter. Ketika ketinggian gelombang ombaknya kurang dari lima meter, katanya, akan masuk kategori warna merah. (Antara/dba)

Dipublikasi di Berita terkini | Meninggalkan komentar